PT Astra Agro Lestari Tbk

1988

Perusahaan berdiri dengan nama PT Suryaraya Cakrawala. Kebun pertama di Pulau Sumatera

1997

Merger dengan PT Suryaraya Bahtera, kemudian berubah nama menjadi PT Astra Agro Lestari. Selanjutanya, perusahaan berubah dari perusahaan tertutup menjadi perusahaan terbuka.

2013

Mengembangkan Refinary di Mamuju Utara, Sulawesi Barat

2015

Mengembangakan Peternakan Sapi di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah

Profil Perusahaan

PT Astra Agro Lestari Tbk (Perseroan) merupakan perusahaan yang terbentuk atas penggabungan (merger) dari beberapa perusahaan yang mengembangkan industri perkebunan di Indonesia sejak lebih dari 30 tahun yang lalu. Berawal dari perkebunan ubi kayu, kemudian mengembangkan tanaman karet, hingga pada tahun 1984, dimulailah budidaya tanaman kelapa sawit di Provinsi Riau dan di tahun 1988, Perseroan resmi menjadi industri yang bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit serta terus berkembang menjadi salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar dengan memiliki manajemen yang baik. Sampai dengan tahun 2021, luas area yang dikelola Perseroan mencapai 286.727 hektar yang tersebar di pulau Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Sejak awal berdirinya menjadi perusahaan pengelola perkebunan kelapa sawit, Perseroan telah membangun kerjasama dengan masyarakat dalam bentuk kemitraan inti-plasma dan kegiatan peningkatan ekonomi masyarakat (Income Generating Activity/IGA) baik melalui budidaya tanaman kelapa sawit maupun non kelapa sawit. Kerjasama tersebut memastikan bahwa kehadiran perkebunan kelapa sawit yang dikelola Perseroan juga memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat sekitar.

Eratnya hubungan perusahaan dengan masyarakat, tentunya Perseroan berupaya mewujudkan misinya dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan melalui kegiatan Corporate Social Resposibility (CSR) yang mengacu pada 4 pilar, yaitu kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan, sehingga diharapkan mampu berkontribusi dalam pembangunan dan kesejahteraan bangsa.

Seiring dengan pertumbuhan usaha Perseroan, pada tahun 1997 Perseroan menjadi perusahaan publik, melakukan Penawaran Saham Perdana (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (saat itu Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya). Saat ini kepemilikan saham publik Perseroan mencapai 20,32% dari total 1,925 miliar saham yang beredar. Kepercayaan investor yang tinggi terhadap Perseroan dicerminkan dengan posisi harga saham yang kuat. Pada perdagangan yang berakhir tanggal 31 Desember 2021, harga saham Perseroan dengan kode perdagangan “AALI ditutup pada posisi Rp 9.500,-.

Untuk memeperluas cakupan bidang usaha, Perseroan juga mengembangkan industri hilir. Perseroan telah mengoperasikan pabrik pengolahan minyak sawit (refinery) di Kabupaten Mamuju Utara, Provinsi Sulawesi Barat, dan Dumai, Provinsi Riau. Produk minyak sawit olahan dalam bentuk Olein, Stearin, dan PFAD ini dibuat untuk memenuhi permintaan pasar ekspor antara lain dari Tiongkok, Malaysia, Filipina, dan Korea Selatan. Perseroan juga telah mengoperasikan pabrik pencapuran pupuk NPK di Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah sejak tahun 2016 dan di Bumiharjo, Provinsi Kalimantan Tengah sejak tahun 2017.

Adapun upaya Perseroan dalam mengembangkan usaha ke industri hilir sebagai pengolah kelapa sawit melalui anak perusahaan, yakni PT Tanjung Sarana Lestari pada tahun 2014 yang berlokasi di Provinsi Sulawesi Barat. Sebagai bagian anak perusahaan juga, PT Tanjung Bina Lestari pada tahun 2017 yang berlokasi di Sulawesi Barat untuk mengolah PKO (minyak inti sawit). Tak hanya dalam negeri, Perseroan memiliki kantor pemasaran di Singapura dengan nama Astra-KLK Pte. Ltd yang merupakan ventura bersama antara Perseroan dengan Kuala Lumpur Kepong Plantation Holdings Sdn, Bhd (KLK Pte Ltd).

Menghadapi tantangan dimasa mendatang, Perseroan memfokuskan strategi usaha pada upaya peningkatan produktivitas, meningkatkan efisiensi  di semua lini, serta diversifikasi usaha pada sektor-sektor prospektif yang terhubung dengan usaha inti dibidang perkebunan kelapa sawit.