TANA PASER – PT Borneo Indah Marjaya dan PT Palma Plantasindo (BIM-PPS) menyalurkan 43.750 bibit ikan bandeng dan 21 Kilogram (Kg) pakan ikan kepada warga di Desa Lori, Kecamatan Tanjung Harapan, Kabupaten Paser.
Penyaluran bantuan ini dikhususkan bagi anggota Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) di Desa Lori.
Masing-masing menerima 6.250 bibit ikan bandeng dan 3 Kg pakan ikan untuk mendukung usaha tambak yang menjadi sumber penghasilan utama masyarakat pesisir.
Upaya ini merupakan wujud komitmen BIM-PPS dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha perikanan, sekaligus mendukung upaya pencegahan Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) di wilayah sekitar kerja BIM-PPS.
Perwakilan Manajemen PT BIM-PPS Joko Widodo mengatakan bantuan ekonomi tersebut disesuaikan dengan karakteristik Desa Lori sebagai kawasan pesisir.
Mayoritas anggota KTPA diketahui memiliki tambak yang dimanfaatkan untuk membudidayakan ikan maupun udang, sehingga program dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
“Bantuan ekonomi yang kami berikan disesuaikan dengan kebutuhan anggota KTPA Desa Lori. Sebagai daerah pesisir, sebagian besar anggota memiliki tambak untuk budidaya ikan maupun udang,” kata Joko Widodo, Selasa (20/6/2026).
Bantuam ini diharapkan mampu mendukung peningkatan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat semangat anggota KTPA dalam menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran.
Asisten Sustainability PT BIM-PPS Anggy Setiawan menambahkan, perusahaan tidak hanya membangun kolaborasi dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla, tetapi juga berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui potensi ekonomi lokal.
Bantuan ini menjadi penyemangat bagi anggota KTPA agar terus aktif menjaga lingkungan sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari usaha tambak yang mereka kelola.
“Bantuan ini sepenuhnya kami serahkan untuk dikelola oleh penerima manfaat sehingga hasilnya dapat dinikmati secara langsung,” tambah Anggy.
Kepala Desa Lori Sudarmono menilai bantuan tersebut menjawab kebutuhan masyarakat pesisir yang selama ini mengandalkan usaha tambak sebagai sumber penghidupan.
Ia mengucapkan terima kasih kepada BIM-PPS karena dukungan bibit dan pakan ikan akan membantu anggota KTPA mengembangkan budidaya ikan bandeng dan udang.
Sudarmono berharap kolaborasi tersebut dapat terus berlanjut, termasuk dalam mendukung pengembangan bibit ikan bandeng di desa.
Selama ini, kebutuhan bibit masih harus didatangkan dari luar daerah sehingga menjadi tantangan bagi para pembudidaya.
“Kami masih cukup kesulitan mendapatkan bibit ikan bandeng karena harus dibeli dari luar daerah,” imbuhnya.
“Semoga ke depan kami bisa belajar mengembangkan bibit sendiri dan PT BIM-PPS dapat terus memberikan dukungan agar komoditas bandeng di desa kami terus berkembang,” sambungnya.
Sumber: pusaranmedia.com










