Membangun usaha kecil agar mampu tumbuh menjadi bisnis yang tangguh tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Dibutuhkan pembinaan yang berkelanjutan, pendampingan yang tepat, serta ruang belajar yang memungkinkan pelaku usaha meningkatkan kapasitasnya. Semangat inilah yang dihadirkan melalui Program UMKM BISA 2026, sebuah program pengembangan kapasitas bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Grup Astra yang diselenggarakan bekerja sama dengan Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra. Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi, daya saing, dan keberlanjutan UMKM melalui proses seleksi, pelatihan intensif, pendampingan, hingga pemberian apresiasi kepada UMKM terbaik.
Sepanjang tahun 2026, rangkaian Program UMKM BISA berlangsung secara bertahap dengan salah satu agenda utamanya adalah Business Masterclass yang diselenggarakan pada 15–17 Juli 2026 di YDBA, Jakarta. Dari ratusan UMKM binaan Grup Astra yang mengikuti proses seleksi hanya 75 UMKM terbaik yang berhak melanjutkan ke tahap Business Masterclass. Menariknya, seluruh UMKM binaan PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) yang diikutsertakan berhasil menembus seleksi dan masuk ke dalam 75 besar UMKM terbaik tersebut. Bahkan, salah satunya berhasil meraih penghargaan dan predikat sebagai 10 UMKM Terbaik Program UMKM BISA 2026.
Keikutsertaan Astra Agro dalam Program UMKM BISA menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional. Delapan UMKM yang mewakili lima unit operasional perusahaan berasal dari berbagai sektor, mulai dari pengolahan pangan, perikanan, hingga kerajinan dan fashion, mencerminkan keberagaman potensi ekonomi yang terus dikembangkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.
UMKM Kerajinan PT WKP dari Kalimantan Timur
Pencapaian membanggakan datang dari PT Waru Kaltim Plantation (WKP), anak usaha Astra Agro yang juga beroperasi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur yang mengirimkan dua UMKM binaan, yakni POKDAKAN dan SimpulPal dari Kelurahan Waru.
POKDAKAN (Kelompok Pembudidaya Ikan) adalah kelompok masyarakat perikanan yang dibentuk Astra Agro untuk mengembangkan budidaya ikan air tawar guna mendukung ketahanan pangan. Sementara SimpulPal adalah brand yang bergerak di bidang usaha produk rajutan (handmade keychain dan bag charm
Tidak hanya berhasil lolos ke tahap Business Masterclass, SimpulPal yang bergerak di bidang kerajinan berhasil meraih penghargaan sebagai salah satu dari 10 UMKM Terbaik dan mendapatkan penghargaan dari Program UMKM BISA 2026. Prestasi ini menjadi pengakuan atas kualitas produk, pengelolaan usaha, serta konsistensi pengembangan bisnis yang telah dibangun melalui proses pembinaan bersama Astra Agro.
Keberhasilan SimpulPal sekaligus menunjukkan bahwa pendampingan yang dilakukan perusahaan mampu mendorong UMKM lokal berkembang menjadi usaha yang memiliki daya saing tinggi sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat di sekitarnya.
UMKM Produk Olahan Lokal PT STN di Kalimantan Timur
PT Sukses Tani Nusasubur (STN), anak usaha Astra Agro yang beroperasi di Kabupaten Penajam Paser Utara, juga mengirimkan dua UMKM binaannya, yaitu Labanana dan kiyukchips.id dari Desa Labangka Barat. Keduanya UMKM yang bergerak di bidang produk olahan dan pangan ini berhasil lolos seleksi hingga mengikuti Business Masterclass UMKM BISA 2026 bersama puluhan UMKM terbaik lainnya dari seluruh Grup Astra.
Keikutsertaan kedua UMKM ini menjadi bagian dari upaya PT STN dalam mengembangkan potensi ekonomi masyarakat berbasis produk olahan lokal. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, para pelaku usaha memperoleh kesempatan memperluas wawasan mengenai strategi bisnis, pengembangan produk, hingga penguatan daya saing agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
UMKM Teratai Binaan PT NAL Kalimantan Tengah
PT Nirmala Agro Lestari (NAL), anak usaha Astra Agro yang beroperasi di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, pun tak mau kalah, PT NAL mengikutsertakan Usaha Teratai dari Desa Beruta sebagai perwakilan UMKM binaannya.
Partisipasi ini menjadi kesempatan berharga bagi pelaku usaha untuk memperluas wawasan mengenai inovasi bisnis, peningkatan kualitas produk, serta strategi pengembangan usaha. Pendampingan yang diberikan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas usaha, tetapi juga diharapkan mampu menciptakan UMKM yang semakin mandiri dan berkelanjutan dalam mendukung perekonomian desa. Berkat itu, UMKM Teratai juga berhasil lolos dalam seleksi UMKM BISA.
UMKM Fashion dan Craft PT PSKY Sulawesi Barat
Sementara dari wilayah operasional Sulawesi Barat, PT Pasangkayu (PSKY) mengirimkan Kripja Jaya Makmur dari Desa Pakawa serta UMKM Ikatan Kesenian Kreasi Matra (IKKM) bidang usaha fashion dan craft dari Kelurahan Pasangkayu.
Selama mengikuti Business Masterclass, para peserta memperoleh pembelajaran langsung mengenai praktik-praktik terbaik dalam mengembangkan usaha yang berkelanjutan sehingga diharapkan mampu memperkuat daya saing UMKM di daerahnya masing-masing.
UMKM Memberdayakan Perempuan melalui Kewirausahaan PT SAL Jambi
PT Sari Aditya Loka, anak usaha Astra Agro yang beroperasi di Kabupaten Merangin, Jambi, mengirimkan UMKM berbeda yakni Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi dari Desa Muara Delang sebagai peserta Program UMKM BISA 2026.
Keikutsertaan kelompok ini menjadi representasi upaya perusahaan dalam memperkuat peran perempuan melalui pengembangan usaha berbasis komunitas. Selain memperoleh pembelajaran di kelas, peserta juga mengikuti studi banding ke UMKM yang telah berkembang sehingga dapat mengadopsi praktik-praktik terbaik dalam mengembangkan usahanya.
Keberhasilan seluruh UMKM binaan Astra Agro dalam Program UMKM BISA 2026 menjadi awal dari perjalanan yang lebih besar. Bekal pengetahuan, pengalaman, dan jejaring yang diperoleh selama program diharapkan mampu mendorong para pelaku usaha untuk terus berinovasi, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing. Sejalan dengan komitmen perusahaan dalam pemberdayaan masyarakat, Astra Agro senantiasa menghadirkan pembinaan yang berkelanjutan agar semakin banyak UMKM lokal yang tumbuh menjadi usaha mandiri, tangguh, dan mampu memberikan dampak positif dan pemberdayaan ekonomi bagi lingkungan sekitarnya.











