Bekantan, pemilik nama latin Nasalis larvatus, merupakan primata endemik Pulau Kalimantan yang hanya dapat ditemukan secara alami di pulau tersebut. Satwa yang dikenal dengan hidung panjang khasnya ini bukan hanya menjadi ikon fauna Indonesia, tetapi juga berperan penting sebagai indikator kesehatan ekosistem hutan rawa, mangrove, dan riparian.
Bekantan hidup berkelompok dan menghabiskan sebagian besar waktunya di pepohonan. Mereka memakan daun muda, buah, biji, hingga pucuk tanaman, sekaligus berperan dalam membantu penyebaran biji yang mendukung regenerasi hutan. Keunikan lainnya, bekantan merupakan salah satu primata yang memiliki kemampuan berenang sangat baik berkat selaput tipis di antara jari-jarinya, sehingga mampu berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain dengan menyeberangi sungai.
Tahukah kamu bahwa bekantan telah ditetapkan sebagai satwa yang dilindungi oleh Pemerintah Indonesia berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106 Tahun 2018, berstatus Endangered (Terancam Punah) dalam IUCN Red List, serta tercantum dalam Appendix I CITES, yang memberikan perlindungan ketat terhadap perdagangan internasional spesies tersebut.
Komitmen Konservasi Menjaga Habitat Bekantan
Komitmen menjaga habitat alami menjadi salah satu upaya penting dalam melestarikan spesies ini. Salah satunya dilakukan oleh PT Agro Menara Rachmat (AMR), anak usaha Astra Agro di Kalimantan Tengah yang secara rutin melakukan pemantauan populasi bekantan di areal dengan Nilai Konservasi Tinggi (NKT) perusahaan.
Sepanjang tahun 2025, pemantauan dilakukan pada ekosistem hutan rawa dan riparian menggunakan metode concentration count, yaitu metode pengamatan langsung pada lokasi-lokasi yang menjadi pusat aktivitas satwa.
Hasil pemantauan menunjukkan bekantan masih terdeteksi pada empat titik pengamatan yang berbeda, dengan jumlah tiga hingga enam individu di setiap lokasi. Kelompok yang dijumpai didominasi oleh individu dewasa dengan aktivitas berupa berpindah tempat, melompat antar pohon, hingga bergerak menjauh ketika bertemu pengamat. Beberapa individu juga teramati memanfaatkan pohon pakan, seperti Artocarpus sp., sebagai sumber makanan.
Perbedaan lokasi perjumpaan mengindikasikan bahwa bekantan memanfaatkan koridor hutan rawa dan riparian sebagai jalur jelajah sekaligus habitat utama. Temuan ini menjadi indikator bahwa areal NKT PT AMR masih mampu menyediakan ruang hidup yang mendukung keberlangsungan populasi bekantan, meskipun dipengaruhi dinamika alam seperti banjir musiman.
Menjaga Bekantan, Menjaga Keseimbangan Ekosistem
Bagi Astra Agro, konservasi tidak hanya berfokus pada satu spesies, tetapi pada keseluruhan ekosistem yang menjadi rumah bagi berbagai flora dan fauna. Karena itu, perusahaan mengintegrasikan pengelolaan keanekaragaman hayati dan perubahan iklim melalui pendekatan Nature-based Solutions (NbS).
Berbagai upaya dilakukan, mulai dari peningkatan ekosistem (rehabilitasi dan penghijauan) dan perlindungan ekosistem alami, hingga konservasi spesies kunci (key species) seperti bekantan. Perlindungan terhadap spesies kunci secara tidak langsung turut menjaga habitat berbagai flora dan fauna lain yang hidup dalam ekosistem yang sama.
Selain itu, Astra Agro secara berkala melakukan pemantauan populasi satwa liar serta menjaga keberadaan pohon-pohon pakan alami. Upaya tersebut tidak hanya mendukung keberlanjutan habitat, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas berupa peningkatan penyerapan karbon, pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK), serta memperkuat ketahanan lanskap terhadap dampak perubahan iklim.
Keanekaragaman Hayati Terus Bertambah
Komitmen tersebut tercermin dari hasil pemantauan biodiversitas yang terus berkembang. Berdasarkan perbandingan data historis periode 2022–2025, pada tahun 2025 Astra Agro mencatat penambahan 768 spesies dibandingkan tahun sebelumnya. Penambahan tersebut terdiri atas 665 spesies flora, 20 mamalia, 41 spesies burung, 26 reptil, dan 16 amfibi.
Peningkatan ini dipengaruhi oleh semakin luasnya cakupan pemantauan yang kini tidak hanya dilakukan di dalam wilayah operasional perusahaan, tetapi juga mencakup lanskap di sekitarnya. Di sisi lain, keterlibatan masyarakat melalui pendekatan citizen science, diskusi bersama warga, serta penggunaan metode pemantauan langsung maupun tidak langsung—seperti identifikasi jejak dan tanda keberadaan satwa—turut memperkaya data keanekaragaman hayati yang dimiliki perusahaan.
Bagi Astra Agro, menjaga bekantan berarti menjaga keseimbangan alam secara menyeluruh. Kehadiran spesies endemik ini menjadi bukti bahwa habitat yang sehat mampu menopang kehidupan berbagai flora dan fauna lainnya. Melalui pendekatan lanskap dan pengelolaan konservasi yang berkelanjutan, inisiatif keberlanjutan Astra Agro hadir sebagai upaya menjamin keharmonisan ekosistem. Bersama-sama, kita bisa memastikan Bekantan terus melompat bebas di antara pepohonan, menyebarkan semangat keanekaragaman hayati untuk generasi mendatang.












