Tidak semua mimpi dimulai dari kota yang gemerlap atau tempat dengan fasilitas yang lengkap. Sebagian justru tumbuh dari semangat untuk selalu belajar, berlatih, dan mencoba. Semangat itulah yang mengantarkan Rendi, Suku Anak Dalam (SAD) dari kelompok Temenggung Nangkus, meraih medali emas cabang renang putra pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat sekolah dasar di Kecamatan Air Hitam.
Rendi merupakan siswa kelas jauh SDN 191 Pematang Kabau. Pada O2SN yang diselenggarakan di Desa Jernih dan SDN 52 Semurung tersebut, sebanyak 16 sekolah berpartisipasi dalam lima cabang olahraga, yaitu pencak silat, renang, atletik, senam lantai, dan bulu tangkis. Di antara para peserta, Rendi tampil menonjol dan berhasil menjadi juara pertama pada cabang renang putra.
Kemenangan Rendi bukan suatu hal yang kebetulan. Di balik medali emas yang diraihnya terdapat dedikasi dan latihan yang dilakukan secara disiplin dengan pendampingan dari gurunya. Perjalanan tersebut menunjukkan bagaimana ketekunan dan kemampuan beradaptasi dapat membawa seorang anak melampaui berbagai keterbatasan.
Prestasi Rendi juga menjadi bagian dari perkembangan pendidikan di Air Hitam pada awal 2026. Selain melalui kegiatan olahraga, proses pendidikan bagi anak-anak SAD senantiasa diperkuat melalui berbagai kegiatan yang mendorong karakter, kemandirian, dan semangat gotong royong.
Upaya memperluas akses pendidikan tersebut juga tidak terlepas dari dukungan PT Sari Aditya Loka (SAL), salah satu entitas Astra Agro di Jambi yang menjalankan kegiatan pendampingan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Dukungan pendidikan bagi masyarakat SAD dikembangkan mulai dari pendidikan anak usia dini hingga pendidikan tinggi.
Pada triwulan pertama 2026, kegiatan pendidikan dari jenjang PAUD hingga sekolah menengah atas turut diarahkan pada implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Program tersebut dilengkapi dengan kegiatan pesantren Ramadan yang memperkaya pembelajaran anak melalui penguatan nilai spiritual, akademik, dan kegiatan ekstrakurikuler.
Ketika Kesempatan Membuka Jalan
Bagi Rendi, kemenangan di O2SN bukan sekadar sebuah medali. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kesempatan untuk berkembang dapat membuka jalan bagi setiap anak untuk menunjukkan kemampuannya.
Kisah Rendi sekaligus memperlihatkan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, di mana setiap anak memiliki ruang untuk mengenali potensi dan meraih prestasi tanpa dibatasi oleh latar belakang maupun kondisi geografis.
Hal ini sejalan dengan upaya Astra Agro dalam mendukung akses pendidikan bagi masyarakat SAD. Pada awal 2026, program pendidikan bagi masyarakat SAD senantiasa dikembangkan mulai dari pendidikan anak usia dini hingga pendidikan tinggi. Dukungan juga diberikan melalui pendidikan nonformal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), termasuk program Paket A, B, dan C, agar anak-anak tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan dan memperoleh ijazah formal.
Rendi mungkin baru memenangkan satu pertandingan. Namun, kisahnya membawa pesan yang lebih besar: setiap anak memiliki kesempatan untuk bertumbuh ketika diberikan ruang, dukungan, dan kesempatan untuk berkembang.
Kemenangannya menjadi simbol harapan bagi pendidikan anak-anak SAD sekaligus kebanggaan bagi sekolah dan komunitasnya. Dari sebuah medali emas, tumbuh sebuah cerita tentang keberanian bermimpi. Dan dari Rendi, kita belajar bahwa ketika kesempatan hadir dan diperjuangkan dengan sungguh-sungguh, setiap anak punya kesempatan untuk melangkah lebih jauh.










