Jambi, SAWIT INDONESIA — Cita-cita melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi kini semakin terbuka bagi generasi muda Orang Rimba di Jambi. Dukungan pendidikan dari PT Sari Aditya Loka (SAL) membantu anak-anak dari komunitas tersebut menempuh pendidikan lebih tinggi sekaligus membuka pilihan masa depan yang sebelumnya sulit mereka bayangkan.
Salah satunya dialami Desi, perempuan Orang Rimba yang kini masih menempuh pendidikan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi. Anak sulung dari empat bersaudara itu memilih melanjutkan pendidikan meski harus meninggalkan keluarga dan beradaptasi dengan kehidupan di Kota Jambi.
“Saya bangga menjadi anak Rimba. Saya ingin terus sekolah supaya bisa meraih cita-cita, membanggakan orang tua, dan menjadi contoh bagi adik-adik saya. Saya juga ingin suatu hari kembali dan membantu anak-anak di komunitas saya belajar,” kata Desi, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, pada Senin (1 September 2026).
Bagi Desi, pendidikan bukan hanya tentang memperoleh gelar. Kedua orang tuanya hanya mengenyam pendidikan hingga sekolah dasar. Kondisi tersebut justru mendorongnya untuk terus bersekolah dan menjadi contoh bagi adik-adiknya.
Ia juga melihat masih ada anak perempuan di komunitasnya yang memilih menikah daripada melanjutkan pendidikan. Karena itu, kesempatan berkuliah menjadi bagian dari perjuangannya untuk menunjukkan bahwa anak perempuan Orang Rimba juga memiliki kesempatan menentukan masa depan melalui pendidikan.
“Keputusan untuk merantau ke Kota Jambi tidak mudah. Namun, keinginan untuk terus sekolah membuat saya bertahan,” ujarnya.
Kisah serupa datang dari Kurnia, perempuan berusia 20 tahun asal Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun. Sejak sekolah dasar, Kurnia telah bercita-cita menjadi tenaga kesehatan.
Keinginan itu sempat menghadapi keraguan, terutama karena persoalan biaya dan kekhawatiran harus tinggal jauh dari keluarga. Namun, kesempatan melanjutkan pendidikan di bidang kesehatan membuatnya memilih untuk tetap mencoba.
“Ketika saya tahu bisa melanjutkan pendidikan di bidang kesehatan, saya sangat bersyukur. Awalnya saya juga sempat ragu karena harus tinggal jauh dari keluarga dan memikirkan biaya hidup. Tapi saya ingin terus mencoba karena saya ingin mewujudkan cita-cita sejak kecil,” kata Kurnia.
Kini perjuangan Kurnia di bangku kuliah telah selesai. Ia menjalani sidang tugas akhir pada Juni lalu dan dinyatakan lulus dari Politeknik Kesehatan Jambi. Sambil menunggu prosesi wisuda yang direncanakan pada Oktober, ia mulai menyiapkan langkah berikutnya untuk mewujudkan cita-citanya menjadi tenaga kesehatan.
Dukungan yang Membuka Jalan
Perjalanan Desi dan Kurnia tidak terlepas dari dukungan pendidikan yang mereka terima selama menempuh pendidikan di Kota Jambi. PT SAL menjadi salah satu pihak yang memberikan pendampingan bagi generasi muda Orang Rimba agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Hingga 2026, PT SAL telah mendukung lima anak Orang Rimba untuk menempuh pendidikan tinggi, terdiri atas tiga laki-laki dan dua perempuan. Salah satu penerima dukungan tersebut telah menyelesaikan pendidikan dan kemudian bergabung dalam kepolisian.
Desi dan Kurnia merupakan dua perempuan yang mendapat dukungan tersebut. Bagi keduanya, dukungan itu membantu memenuhi kebutuhan pendidikan dan kehidupan selama harus tinggal jauh dari keluarga.
Pendampingan PT SAL tidak berhenti pada pendidikan tinggi. Perusahaan juga menjalankan dukungan pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik sosial dan budaya Orang Rimba.
Sepanjang 2025, sebanyak 421 anak Orang Rimba dari tujuh rombongan dan 14 sub-rombong memperoleh akses pendidikan melalui 13 PKBM, yang didukung 16 tenaga pengajar serta beasiswa untuk jenjang PAUD hingga perguruan tinggi.
Program tersebut diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan dasar membaca dan menulis, tetapi juga memberikan kesempatan kepada generasi muda Orang Rimba untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan pilihan masa depan yang lebih luas.
Pendekatan pendidikan yang mempertimbangkan karakteristik sosial dan budaya masyarakat Orang Rimba juga menjadi bagian penting agar akses pendidikan tidak berhenti pada jenjang dasar, tetapi dapat berlanjut hingga perguruan tinggi.
Pendidikan untuk Masa Depan
Perjalanan Desi dan Kurnia menunjukkan bahwa dukungan pendidikan dapat menjadi jembatan bagi anak-anak Orang Rimba untuk mengubah cita-cita menjadi kenyataan.
Kurnia kini bersiap memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan tingginya. Sementara Desi masih melanjutkan kuliah dengan cita-cita menjadi pendidik dan suatu hari kembali berkontribusi bagi komunitasnya.
Bagi keduanya, pendidikan bukan sekadar jalan mendapatkan ijazah. Pendidikan menjadi pintu untuk memperluas pilihan hidup sekaligus membuktikan bahwa anak-anak Orang Rimba, termasuk perempuan, memiliki kesempatan yang sama untuk mengejar cita-cita.
Dukungan PT SAL pun menjadi bagian dari perjalanan tersebut—membuka akses, mendampingi proses, dan membantu generasi muda Orang Rimba memiliki bekal untuk menentukan masa depannya sendiri.
Sumber: Sawitindonesia.com











