Jumini atau yang akrab disapa dengan Jum, warga desa Kampung Baru, Kabupaten Aceh Singkil, sudah mengabdikan dirinya selama 25 tahun sebagai kader posyandu. Menjadi kader tanpa pamrih demi kesehatan bayi dan balita di desanya.
Di usianya yang hampir menginjak 50 tahun, Jum tak kenal lelah mengabdi sebagai kader posyandu di desanya. Jum yang juga seorang ibu dari tiga orang anak, awalnya ikut menjadi kader posyandu berbekal pelatihan yang diadakan oleh Astra Agro group yakni PT Perkebunan Lembah Bhakti (PLB) yang berlokasi di Aceh Singkil.
Untuk menjadi kader posyandu, saat itu Jum harus menempuh pelatihan yang lumayan jauh ke ibu kota kecamatan. Dia terus menekuni ilmu yang diberikan saat pelatihan sebagai kader posyandu, sampai akhirnya ia mampu bertahan puluhan tahun menekuni profesinya.
Jum mengakui, tak mudah memang mengajak kaum ibu yang memiliki bayi dan balita untuk terus mengontrol anaknya di posyandu. Butuh kesabaran ekstra untuk meyakinkan kaum ibu di desanya betapa pentingnya untuk memantau tumbuh kembang anak.
“Dulukan memang susah ya mengajak ibu-ibunya untuk rajin membawa anaknya ke posyandu. Apa lagi zaman dulu puluhan tahun lalu informasi dan teknologi belum secanggih sekarang,” katanya dalam perbincangan dengan assistent CSR PT PLB beberapa waktu lalu.
Seiring berjalannya waktu, halaman Posyandu semakin lama semakin ramai, kerap diwarnai oleh datangnya ibu dan anak yang semakin sadar akan pentingnya posyandu. Satu per satu para ibu datang, sebagian menggendong bayi, sebagian lagi menuntun balita yang masih mengantuk. Sementara di sudut ruangan, terdengar tawa kecil anak-anak yang bermain sambil menunggu giliran, lalu para kader menyambut dengan ramah, mempersilakan mereka duduk, sementara yang lain bersiap di meja pendaftaran.
“Kalau tidak ada berbagai pelatihan dan bantuan yang selalu diberikan kepada para kader dari Astra Agro Grup, mungkin saya sudah lama pindah profesi, apalagi saya juga punya usaha dagang kecil-kecilan di rumah, tapi karena satu dan lain hal saya sangat mencintai pekerjaan mulia saya sebagai kader binaan PT PLB,” ungkap Jumini.
Di meja lainnya, para bayi dan balita melakukan proses pemantauan tumbuh kembang, pembagian pemantauan dilakukan oleh para kader, penimbangan berat badan, sementara kader lain mengukur tinggi badan, serta pengecekan kurva pertumbuhan lainnya. Para ibu memperhatikan dengan seksama lalu dijelaskan dengan sabar arti angka-angka tersebut. Percakapan sederhana pun terjadi tentang status gizi, pola dan tingkat laku anak, hingga kekhawatiran yang sering muncul dalam pengasuhan.
Kekhawatiran itu salah satunya dirasakan oleh Agustina Damayanti seorang ibu muda yang saat itu sedang membawa anaknya berusia 21 bulan untuk melakukan imunisasi posyandu di Desa Kebun Agung, Kotawaringin Barat, salah satu desa binaan PT Gunung Sejahtera Puti Pesona (GSPP).
PT GSPP yang juga merupakan bagian dari Astra Agro Grup yang berada di Kalimantan Tengah, perusahaan menjalankan komitmen dalam tanggung jawab sosial, salah satunya diwujudkan melalui pilar kesehatan. Pilar ini diantaranya berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar perkebunan melalui program berkelanjutan, utamanya pencegahan stunting, pendampingan kesehatan ibu anak, serta penguatan posyandu.
“Sebagai ibu yang masih bisa dibilang baru, pengetahuan saya terkait posyandu masih minim, seringkali cemas atau panik, namun berkat adanya program rutin posyandu dari Astra Agro Grup kami jadi lebih cermat dengan tumbuh kembang anak-anak kami,” ungkap Agustina.
Ibu dari dua orang anak ini, mengungkapkan kedua anaknya full mendapatkan dukungan fasilitas kesehatan dari GSDI. Baginya Posyandu lebih dari sekadar tempat pemeriksaan kesehatan. Di sana para ibu menemukan ruang belajar dan berbagi, para ibu merasa didampingi, pun para lansia yang juga mendapatkan fasilitas kesehatan tetap diperhatikan, serta anak-anak mendapatkan awal kehidupan yang lebih baik. “Semua berjalan sederhana, namun penuh makna,” tambahnya.
Di balik aktivitas yang tampak hanya sebagai rutinitas itu, ada upaya yang lebih besar yang senantiasa diperkuat. Astra Agro melalui pilar Astra Sehat hadir mendampingi dengan pendekatan yang berkelanjutan. Hingga tahun 2025, perusahaan telah membina 335 Posyandu di 256 desa, yang menjangkau 21.082 balita dan ibu hamil di seluruh wilayah operasional.
Di sisi lain, ada peran para kader posyandu yang dengan tekun menjalankan tugasnya, mereka datang lebih awal, menyiapkan perlengkapan, memastikan setiap proses berjalan lancar.
Selain Jumini, ada kisah Iin Zunaidah, kader posyandu binaan Astra Agro di Kalimantan Tengah yang turut menjadi salah satu kunci utama kesuksesan pilar kesehatan di desa-desa sekitar perusahaan. Baginya, yang telah berkecimpung di dunia kesehatan, posyandu menjadi bagian dari tanggung jawab sosial yang dijalani dengan hati.
Setiap hari di saat bahkan matahari belum sepenuhnya naik, Iin mengendarai motor bebeknya dari rumah menuju lokasi tempat berkumpulnya para kader. Di sana ia menemukan rumah keduanya.
“Warga dan anak-anak yang datang ke posyandu sudah seperti keluarga bagi kami para kader. Kami saling mengenal, memahami kebutuhan mereka, dan menjadi penghubung antara masyarakat dengan layanan kesehatan. Itu yang membuat pekerjaan ini terasa sangat berarti,” tutur Iin haru.

Kader Posyandu binaan Astra Agro menjadi ujung tombak dalam penguatan layanan kesehatan berbasis komunitas. Sebanyak 2.098 kader terlibat aktif dalam mendukung operasional Posyandu di desa sekitar wilayah operasional perusahaan, sepanjang 2025.
Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa fasilitas, tetapi juga penguatan sistem layanan melalui penerapan Sistem Lima Meja, penyediaan makanan tambahan bagi bayi, balita, ibu hamil, dan lansia, serta pelatihan dan insentif rutin bagi kader.
Komitmen lainnya juga diperluas Astra Agro melalui penyediaan layanan kesehatan yang lebih inklusif. Astra Agro mengoperasikan 32 Poliklinik Kebun (Polibun) yang didukung oleh 52 unit ambulans, memastikan akses layanan kesehatan yang lebih cepat dan merata di wilayah operasional. Selain itu, juga mengadakan berbagai kegiatan di bidang kesehatan lainnya seperti pengobatan gratis, sunatan massal, hingga donor darah turut dihadirkan untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Jumini, Iin, dan Agustina merupakan salah satu dari ribuan kader dan penerima manfaat dari pilar kesehatan di seluruh operasional Astra Agro. Dengan semangat berkelanjutan dan misi sejahtera bersama masyarakat, Astra Agro percaya dapat memberikan lebih banyak dampak nyata, dengan selalu memperkuat akses dan kualitas layanan bagi masyarakat. Sejalan dengan semangat Prosper with the Nation.










