Bagi sebagian orang, ubi ungu mungkin hanya dikenal sebagai pangan sederhana, pengganti nasi atau sumber karbohidrat yang disantap sehari-hari. Harganya relatif terjangkau dan mudah ditemukan, sehingga kerap dipandang sebelah mata dibandingkan bahan pangan lain yang dianggap lebih mewah. Namun, di tangan Rahmawati, ubi ungu memiliki cerita berbeda. Dari bahan pangan lokal yang sederhana, ia melihat peluang untuk menciptakan produk bernilai tambah melalui Cookies Ubi Ungu yang kini menjadi produk unggulan UBINARA 5R.
Perjalanan itu bermula pada 2022, ketika Rahmawati, ibu lima anak asal Desa Labangka, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, memiliki keinginan untuk membangun usaha sendiri. Ketertarikannya pada warna ubi ungu yang unik mendorongnya bereksperimen mengolah bahan pangan tersebut menjadi camilan yang menarik, terutama bagi anak-anak. Dengan modal awal sekitar Rp500 ribu, peralatan sederhana, dan bantuan orang tua, ia mulai memproduksi kue kering dari rumah.
“Saya memang bercita-cita menjadi ibu yang berdaya, meski di rumah saja membersamai ke-lima anak saya, saya tetap ingin berpenghasilan dan membantu keluarga,” tutur Rahmawati.
Rahma, begitu ia akrab disapa, melihat sesuatu yang istimewa dari warna ungu yang melekat pada ubi. Berawal dari rasa penasaran, ia mulai membayangkan bagaimana pangan sederhana itu dapat diolah menjadi camilan yang menarik, bernilai jual, sekaligus tetap memperhatikan kualitas bahan.
Berbekal modal terbatas, keberanian untuk mencoba, dan pengetahuan yang masih sederhana, Rahma perlahan merintis usahanya dari rumah. Bersama orang tuanya, ia belajar dan bereksperimen, merawat harapan kecil agar ubi ungu tak sekadar menjadi pangan sehari-hari, tetapi juga membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik.
“Ah, waktu itu saya pikir tidak apa-apa lah mimpi saja dulu ingin punya usaha yang bisa membuka potensi di desa tempat saya tinggal, mana tau bisa juga kasih peluang kerja buat masyarakat sini, eh alhamdulillahnya Tuhan ternyata dengar mimpi saya waktu itu,” kenangnya haru.
Seiring berjalannya waktu Rahmawati perlahan menemukan cara untuk mengembangkan usahanya. Ia belajar mengenal selera pelanggan, memperkenalkan produknya, hingga berani mencoba berbagai kreasi kue kering. Dari proses itulah, Cookies Ubi Ungu menjadi produk andalan UBINARA 5R, yang pernah menghadirkan sekitar 20 varian kue kering, termasuk nastar ubi ungu. Bagi Rahma, perjalanan ini menjadi cara sederhana untuk membuktikan bahwa ubi ungu, yang dekat dengan kehidupan masyarakat desa, juga bisa diolah menjadi produk yang istimewa dan memiliki nilai jual.
Namun, membangun usaha dari nol bukan perkara mudah. Rahma yang mengaku tidak punya basic berdagang dan manajemen, harus mampu dan cermat mengatur modal, biaya bahan baku, kemasan, dan operasional, sembari tetap mengatur waktu memenuhi kebutuhan keluarganya.
“Saya pernah berada di titik bingung, setelah berhasil membuat produk, justru muncul pertanyaan, bagaimana cara menjualnya dan ke mana harus memasarkannya?” kenang Rahma.
Di tengah kebingungan itu, Rahma mendapat pendampingan dari PT Sukses Tani Nusasubur (STN), anak usaha Astra Agro yang terletak di lingkungan desanya. Dukungan berupa ilmu pemasaran, promosi, serta pendampingan moril dan nonmateriil membantunya belajar melangkah lebih jauh, dari sekadar membuat produk hingga berani memperkenalkannya kepada pasar yang lebih luas.
“Itu kalau ngga ada pelatihan dan dukungan dari Astra Agro, kayaknya saya dan Ubinara belum tentu bisa bertahan sampai hari ini,” ungkapnya.
Titik balik wanita 36 tahun ini saat menjalani usahanya salah satunya saat permintaan yang meningkat menjelang Ramadan dan Idulfitri menjadi peluang sekaligus tantangan untuk menjaga ketersediaan dan konsistensi kualitas produk.
Ia pun terus belajar, mulai dari menghitung biaya produksi dan menentukan harga jual hingga mengembangkan pemasaran digital, mengurus dokumen usaha, serta mempersiapkan produk agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Baginya, semangat saja tidak cukup; usaha perlu dibangun dengan pengelolaan yang semakin baik agar mampu bertahan dan berkembang.
“Saya ingin usaha ini terus tumbuh, tetapi bukan hanya untuk saya dan keluarga. Ketika pesanan meningkat, saya bisa mengajak ibu-ibu di sekitar untuk membantu produksi. Ada kebahagiaan tersendiri ketika usaha yang awalnya saya bangun dari rumah ternyata bisa membuka kesempatan bagi orang lain untuk mendapatkan penghasilan,” ungkapnya.
Tak hanya sampai disitu, melalui pendampingan rutin PT STN, melalui pendampingan dan rangkaian kelas Desa Sejahtera Astra, UBINARA 5R memperoleh kesempatan untuk memperkuat kapasitas usaha dan mempersiapkan diri menghadapi peluang pasar yang lebih luas.
UBINARA 5R semakin mengepakkan sayapnya, dengan berhasil terpilih mengikuti program Desa Sejahtera Astra Export Champion 2026. Rahmawati kemudian berkesempatan memperkenalkan Cookies Ubi Ungu di booth Astra Export Champion dalam ajang Trade Expo Indonesia 2026 di ICE BSD City, Tangerang.
Bagi Rahmawati, kesempatan tampil dalam pameran berskala nasional menjadi pengalaman berharga untuk memperkenalkan produk dari Desa Labangka kepada calon mitra dan buyer. Ia juga dapat mempelajari kebutuhan pasar serta pentingnya menjaga mutu produk, memperkuat identitas merek, dan meningkatkan kesiapan produksi.
“Sujud syukur dan bangga luar biasa rasanya, mimpi besar kami bisa sampai membawa produk rumahan dari desa ke pameran besar Indonesia,” sebut Rahma mengebu-gebu.
Hingga kini Cookies Ubi Ungu UBINARA 5R telah menjangkau konsumen di berbagai daerah, termasuk Kalimantan Selatan, Sulawesi, Sumatra, bahkan hingga Jawa, dan Jakarta.
UBINARA 5R juga telah mencatatkan omzet sekitar Rp6 juta per bulan, dengan penjualan yang masih dipengaruhi permintaan pasar dan musim. Saat pesanan meningkat, usaha ini melibatkan sekitar ibu-ibu warga lokal sekitar desa dalam proses produksi. Capaian tersebut menjadi pijakan bagi Rahmawati untuk terus memperkuat pengelolaan usaha, memperluas pemasaran, dan menindaklanjuti peluang kemitraan yang telah terbuka.
Dari bahan pangan yang kerap dianggap sederhana, Rahmawati menemukan jalan untuk membangun kemandirian ekonomi dan memberdayakan masyarakat di sekitarnya.











