Jalan Kurniah menuju gelar Ahli Madya Keperawatan (A.Md.Kep.) mungkin tidak seperti kebanyakan mahasiswa lainnya. Perempuan muda asal komunitas Orang Rimba ini harus menempuh perjalanan panjang untuk sampai pada satu titik yang selama ini diperjuangkannya, yaitu, menyelesaikan pendidikan tinggi.
Kurniah merupakan putri kedua pasangan Nugrah dan Nuripah. Ia berasal dari komunitas Orang Rimba kelompok Temenggung Nangkus, Desa Bukit Suban, wilayah Air Panas. Pilihan Kurniah jatuh pada bidang kesehatan. Ia menempuh pendidikan Diploma III Keperawatan di Poltekkes Kemenkes Jambi. Pilihan tersebut bukan sekadar tentang memperoleh gelar pendidikan, melainkan juga menjadi langkah untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan yang kelak dapat bermanfaat bagi masyarakat.
Selama menempuh pendidikan, Kurniah menjalani berbagai tahapan pembelajaran, termasuk praktik klinis di Puskesmas Pematang Kabau, Air Hitam. Pengalaman tersebut mempertemukannya secara langsung dengan dunia pelayanan kesehatan dan berbagai kebutuhan masyarakat di lapangan.
Perjalanan itu dijalani tahap demi tahap. Pada Juni 2026, Kurniah menyelesaikan magang klinis. Setelah itu, ia melanjutkan penyusunan tugas akhir sebagai bagian dari proses menyelesaikan pendidikan.
“Padahal dulu, saat saya mau masuk perkuliahan, banyak yang ragu, saya sendiri pun ragu apakah mampu melewati hingga akhir perkuliahan,” ungkap Kurniah mengenang.
Tidak selalu mudah bagi seorang anak yang berasal dari komunitas adat untuk menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi. Namun, Kurniah terus melangkah. Hingga akhirnya, tugas akhir berhasil diselesaikan dan ia melewati sidang akhir dengan hasil yang membanggakan.
Kurniah kembali mengenang bahwa tujuannya untuk melanjutkan pendidikan adalah untuk menjadi contoh sekaligus mendorong adik-adiknya serta generasi muda Orang Rimba untuk berani melanjutkan pendidikan lebih tinggi.
Lulus dengan Nilai Memuaskan
Setelah melewati rimbunnya belukar ujian, langkah kaki Kurniah tiba di padang yang lapang, Kurniah dinyatakan lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,59.
Pada 24 September 2026, toga akhirnya dikenakan. Hari itu menjadi penanda penting dalam perjalanan pendidikan Kurniah. Ia resmi menyandang gelar Ahli Madya Keperawatan.
Toga yang dikenakan Kurniah hari ini mungkin menjadi simbol kebanggaan. Namun jauh di dalam lubuk hatinya, pencapaian ini adalah hadiah terindah bagi pasang mata yang selama ini ikut mendoakan dan menemaninya dalam sunyi.
Nugrah dan Nuripah, kedua orang tua Kurniah yang menjadi saksi mata perjalanan Kurnia dari titik nol hingga hari membanggakan itu tiba.
“Sebagai orang tua, saya sangat senang dan bangga melihat Kurniah bisa sampai lulus kuliah. Dulu kami juga punya kekhawatiran karena sekolah jauh dari orang tua tentu tidak mudah, apalagi biaya pendidikan,” ungkap Nugrah.
Syukurnya ada PT SAL, katanya melanjutkan. Bagi mereka akses beasiswa pendidikan yang diberikan oleh PT SAL kepada Kurniah hingga sampai keperguruan tinggi suatu anugerah yang tidak pernah mereka bayangkan.
Ya, dari lingkungan suku anak dalam di wilayahnya, Kurniah kemudian mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui program beasiswa yang didukung PT Sari Aditya Loka (SAL), anak usaha Astra Agro di wilayah Jambi.
“Bahkan ngga cuma biaya pendidikannya, biaya sehari-hari untuk hidup di perantauan sana, anak kami juga dibiayai PT SAL,” jelas Nugrah dan Nuripah penuh haru.
Kurniah sedang menulis ulang takdir komunitasnya. Di tangannya kini, ada harapan besar untuk menjadi perpanjangtangan medis pertama yang pulang dan merawat tanah kelahirannya. Ia berpotensi menjadi tenaga kesehatan profesional pertama yang berasal dari komunitas Orang Rimba. Bagaimana tidak menambah rasa haru dan bangganya serta keluarga kala itu.
Pengetahuan yang diperolehnya selama menempuh pendidikan keperawatan menjadi bekal baru untuk kembali melihat persoalan kesehatan dari dekat. Terlebih, Kurniah memiliki pengalaman hidup dan latar belakang budaya yang sama dengan masyarakat Orang Rimba.
Ia memahami bagaimana kehidupan komunitasnya berlangsung. Ia mengenal lingkungan tempat masyarakatnya tumbuh dan memahami bahwa kebutuhan kesehatan setiap kelompok masyarakat dapat berbeda.
Kedekatan tersebut kelak dapat menjadi jembatan antara masyarakat Orang Rimba dengan layanan kesehatan formal. Kehadiran seseorang yang berasal dari komunitas sendiri diharapkan dapat membantu membangun komunikasi, meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan, serta mendorong masyarakat untuk semakin mengenal dan memanfaatkan layanan kesehatan.
Perjalanan Kurniah hingga meraih gelar A.Md.Kep. adalah salah satui dukungan pendidikan yang diberikan PT SAL. Melalui program beasiswa pendidikan, PT SAL memberikan kesempatan kepada generasi muda Orang Rimba untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya membuka akses pendidikan sekaligus meningkatkan kapasitas generasi muda di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Bagi Kurniah, kesempatan tersebut menjadi pintu untuk melihat masa depan dari sudut pandang yang lebih luas.
Dari lingkungan komunitas Orang Rimba di Bukit Suban, ia kemudian mengenal dunia perkuliahan, menjalani praktik klinis, menyelesaikan tugas akhir, hingga akhirnya berdiri di antara para wisudawan dengan gelar akademik di belakang namanya.
Satu Perjalanan Telah Selesai. Perjalanan Lainnya di Mulai
Gelar Ahli Madya Keperawatan yang kini disandangnya membawa harapan baru. Bukan hanya untuk dirinya dan keluarganya, tetapi juga bagi komunitas tempat ia berasal.
Sebab, ketika satu anak Orang Rimba mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan tinggi, yang tumbuh bukan hanya sebuah cita-cita pribadi. Ada pengetahuan yang dibawa pulang, ada pengalaman yang dapat dibagikan, dan ada jalan baru yang terbuka bagi generasi berikutnya.
“Saya juga berharap apa yang saya capai bisa menjadi semangat untuk anak-anak Orang Rimba lainnya,” kata Kurniah.
Baginya, jika ia yang berasal dari komunitas ini bisa melanjutkan pendidikan sampai perguruan tinggi, Kurniah berharap semakin banyak anak-anak Orang Rimba yang berani punya cita-cita dan melanjutkan sekolah setinggi mungkin.
Kurniah telah melewati jalan itu. Kini, langkahnya dapat menjadi bagian dari jalan bagi mereka yang akan menyusul.











