Liputan6.com, Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menilai, program konservasi Astra Agro menjadi langkah positif dalam mendukung pencapaian target biodiversitas atau keanekaragaman hayati nasional.
Sekretaris Eksekutif Sekretariat Kewenangan Ilmiah Keanekaragaman Hayati BRIN Ruliyana Susanti menyampaikan, berbagai inisiatif yang dijalankan Astra Agro, mulai dari perlindungan area bernilai konservasi tinggi, pemantauan biodiversitas dan rehabilitasi ekosistem, merupakan kontribusi yang relevan dalam mendukung pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.
“BRIN mengapresiasi keterbukaan Astra Agro dalam memperlihatkan praktik pengelolaan dan konservasi keanekaragaman hayati yang diterapkan di area operasional perusahaan,” ujar Ruliyana dalam keterangannya di Jakarta, melansir Antara, Minggu (7/6/2026).
Dia mengatakan, BRIN melakukan kunjungan lapangan ke area operasional Astra Agro di Kalimantan Tengah pada 4-5 Juni 2026.
Ruliyana menjelaskan, kunjungan ini bagian dari kajian mengenai kontribusi sektor swasta terhadap pencapaian target keanekaragaman hayati nasional dan global, khususnya Target 15 Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework (KMGBF) serta Target Nasional 18 dalam Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025–2045.
Pelestarian Biodiversitas Indonesia
Menurut Ruliyana, kegiatan tersebut juga sekaligus mendukung pengumpulan data dan dokumentasi kontribusi sektor swasta dalam pelestarian biodiversitas Indonesia.
“Kolaborasi antara lembaga riset dan sektor swasta penting untuk memperkaya data, pengetahuan, serta praktik baik yang dapat mendukung pengambilan kebijakan berbasis sains dan memperkuat pencapaian target konservasi nasional,” papar Ruliyana yang dalam kunjungannya didampingi Prof Gono Semiadi, selaku anggota tim nasional penulis Natrep 7 dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi.
Sementara itu, Direktur Operasional Area Kalimantan Tengah Astra Agro Hubbal Khoir Sembiring mengatakan kunjungan BRIN menjadi wujud keterbukaan perusahaan dalam memperlihatkan implementasi komitmen keberlanjutan yang dijalankan di lapangan.
“Dalam industri kelapa sawit, isu seperti deforestasi, perlindungan habitat, pengelolaan gambut, pencegahan kebakaran lahan, pengurangan emisi, dan ketertelusuran rantai pasok menjadi perhatian utama para pemangku kepentingan,” ucap Hubbal.

Komitmen Perlindungan Biodiversitas
Karena itu, menurut Hubbal, Astra Agro memandang kunjungan ini sebagai kesempatan untuk menunjukkan bahwa perlindungan biodiversitas telah menjadi bagian dari praktik operasional perusahaan.
“Melalui kunjungan ini, Astra Agro ingin memperlihatkan berbagai inisiatif konservasi yang telah dijalankan, sekaligus membuka ruang masukan dan kolaborasi agar upaya pelestarian keanekaragaman hayati dapat terus diperkuat,” terang dia.
Hubbal menambahkan, dalam pengelolaan keanekaragaman hayati, perusahaan melindungi dan mengelola area Nilai Konservasi Tinggi (NKT) dan Stok Karbon Tinggi (SKT), menjaga ekosistem alami seperti sempadan sungai, hutan sekunder, dan lahan gambut, serta memastikan tidak ada pengembangan pada area yang teridentifikasi memiliki nilai konservasi atau stok karbon tinggi.
“Perseroan juga memperkuat pemantauan biodiversitas melalui inventarisasi dan pencatatan flora serta fauna di area operasional,” kata dia.
“Kegiatan ini menjadi dasar untuk menilai tren keanekaragaman hayati, mengidentifikasi spesies kunci, serta mengevaluasi efektivitas pengelolaan kawasan konservasi,” sambung Hubbal.
Sepanjang 2025, Astra Agro mencatat pemantauan terhadap 1.579 spesies flora dan 755 spesies fauna. Pada periode yang sama, perseroan merehabilitasi 193,09 hektare area melalui penanaman 49.390 pohon.
“Melalui kunjungan BRIN, Astra Agro berharap praktik konservasi yang telah dijalankan dapat memperkaya kajian ilmiah mengenai kontribusi sektor swasta terhadap target keanekaragaman hayati nasional dan global,” terang Hubbal.
“Kolaborasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa industri sawit dapat mengambil peran dalam agenda konservasi melalui pengelolaan yang mengedepankan keterbukaan, ketertelusuran, dan tanggung jawab lingkungan,” tandas dia.
Sumber: Liputan 6











