Perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT Karya Tanah Subur (KTS), berhasil memelopori pemanfaatan limbah cangkang sawit menjadi pupuk organik berbasis biochar yang efektif memperbaiki kualitas dan pH tanah.
Inovasi yang berpotensi menjadi alternatif pupuk murah dan ramah lingkungan ini terungkap melalui penelitian kolaboratif antara PT KTS dan Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh.
Penelitian yang dilakukan di University Farm dan Laboratorium Ilmu Tanah UTU pada April hingga November 2025 tersebut menunjukkan hasil memuaskan.
Faktanya, pupuk dari cangkang sawit lebih efektif memperbaiki pH tanah dibandingkan bahan lain seperti sekam padi, sabut kelapa, batok kelapa, maupun tongkol jagung.
Administratur PT KTS, Halik Barutu, menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan langkah maju dalam pengelolaan limbah industri sawit yang berkelanjutan.
“Pupuk organik dari limbah cangkang mungkin masyarakat masih awam, akan tetapi ini sangat bagus secara sustainability dan sudah teruji ilmiah melalui penelitian. Semoga nantinya masyarakat menjadi familiar untuk memanfaatkannya,” ujar Halik, Jumat (27/2/2026).
Secara ilmiah, cangkang sawit berperan sebagai amelioran yang mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Bahan ini menjadikan tanah lebih gembur, mengurangi keasaman, menahan laju air, serta menyediakan makanan bagi mikroorganisme tanah. Uji coba aplikasi pupuk ini telah dilakukan pada tanaman buncis dengan hasil yang baik.
Asisten CSR PT KTS, Ashar Khoirurrozi, menambahkan bahwa program ini adalah wujud komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial.
“Tidak hanya untuk keberlanjutan perusahaan, tetapi juga untuk keberlanjutan makhluk hidup dan sosial di sekitarnya. Semoga ini bisa dipraktikkan secara masif di masyarakat,” jelas Ashar.
Sementara itu, Nurliani selaku peneliti dari UTU mengapresiasi dukungan PT KTS dalam riset ini. Ia mengajak masyarakat untuk beralih menggunakan pupuk organik cangkang sawit karena selain ekonomis dan mudah didapat, pupuk ini terbukti menjaga kesehatan serta kesuburan tanah jangka panjang.

Sumber: Tribun News
Penafian
Artikel ini mungkin berisi materi berhak cipta, yang penggunaannya mungkin tidak diizinkan oleh pemilik hak cipta. Materi ini disediakan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan. Materi yang terdapat dalam situs web Astra Agro didistribusikan tanpa mencari keuntungan. Jika Anda tertarik untuk menggunakan materi yang memiliki hak cipta dari materi ini dengan alasan apapun yang melampaui ‘penggunaan wajar’, Anda harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari sumber aslinya










