PANGKALAN BUN – PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) memperkuat komitmennya terhadap pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan melalui penerapan teknologi, inovasi, konservasi, dan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG). Komitmen tersebut diperlihatkan kepada para jurnalis nasional dalam rangkaian Press Tour BPDP 2026 di area operasional perusahaan di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Kamis (30/7).
“Bagi Astra Agro, sustainability harus hadir dalam setiap proses operasional. Kami mengkombinasikan people, plant, dan planet tentang bagaimana perusahaan mengembangkan manusianya, menjaga produktivitas tanaman, sekaligus memastikan lingkungan tetap terpelihara. Semua itu harus dijalankan dengan GCG sebagai fondasi agar setiap proses bisnis berlangsung secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar Direktur Operasional Area Kalimantan Tengah Astra Agro, Hubbal Khoir Sembiring.
Peserta dalam kunjungan tersebut diajak melihat secara langsung penerapan mekanisasi dan digitalisasi di perkebunan kelapa sawit. Pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan efektivitas dan produktivitas operasional sekaligus memperkuat pengelolaan perkebunan berbasis data.
Selain mengoptimalkan teknologi, Astra Agro juga menjalankan upaya konservasi di kawasan perkebunannya. Perusahaan menjaga keanekaragaman hayati melalui pengelolaan area konservasi, termasuk pembibitan tanaman endemik Kalimantan, Blangeran, sebagai bagian dari pelestarian dan pengayaan vegetasi di kawasan tersebut. Rangkaian kegiatan juga mencakup kunjungan ke fasilitas Research and Development (R&D) Astra Agro. Di lokasi ini, peserta diperlihatkan berbagai hasil riset yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan operasional sekaligus menghadapi tantangan industri sawit.
Melalui pusat riset tersebut, Astra Agro telah menghasilkan tiga varietas unggul kelapa sawit, yakni AAL Lestari, AAL Sejahtera, dan AAL Nirmala. Ketiga varietas tersebut terus dikembangkan hingga memiliki ketahanan terhadap penyakit Ganoderma, sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan ketahanan tanaman secara berkelanjutan.
Perusahaan juga mengembangkan ASTEMIC (Astra Efficient Microbe), pupuk hayati berbasis mikroba yang dirancang untuk meningkatkan penyerapan unsur hara dan kesuburan tanah. Inovasi tersebut diklaim mampu mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 25%, sekaligus menjadi bukti bahwa hasil riset diterapkan langsung dalam operasional perkebunan. Astra Agro menegaskan daya saing industri sawit ke depan akan semakin ditentukan oleh kemampuan beradaptasi dan berinovasi.
Sumber: Sindo News
Penafian
Artikel ini mungkin berisi materi berhak cipta, yang penggunaannya mungkin tidak diizinkan oleh pemilik hak cipta. Materi ini disediakan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan. Materi yang terdapat dalam situs web Astra Agro didistribusikan tanpa mencari keuntungan. Jika Anda tertarik untuk menggunakan materi yang memiliki hak cipta dari materi ini dengan alasan apapun yang melampaui ‘penggunaan wajar’, Anda harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari sumber aslinya.










