Setiap orang memiliki potensi untuk berkembang, berkarya, dan memberikan kontribusi bagi lingkungan sekitarnya. Berangkat dari kepedulian terhadap warga penyandang disabilitas, hadirlah Sanggar Disabilitas Waspo, sebuah ruang pemberdayaan bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Merangin, Jambi.
Sesuai dengan namanya, pendiri Rumah Berkarya Waspo adalah Waspo Anggianti. Ibu Waspo, begitu ia akrab disapa, menggunakan kediamannya sebagai tempat belajar bagi penyandang disabilitas. Tempat belajar tersebut kemudian dikenal sebagai sanggar.
Sejak dirintis pada 2019, sanggar yang berlokasi di Desa Sungai Sahut, Kecamatan Tabir Selatan, ini tumbuh menjadi rumah belajar bagi warga penyandang disabilitas dari sejumlah desa sekitar. Berbagai kegiatan diselenggarakan untuk membantu mereka mengembangkan kemampuan, mulai dari belajar membaca dan menulis hingga membuat kerajinan tangan. Di tempat ini, setiap peserta mendapat kesempatan untuk belajar sesuai dengan minat dan potensi yang dimiliki.
“Sanggar ini terbuka lebar bagi para penyandang disabilitas dan tidak dipungut biaya apa pun,” kata Ibu Waspo.
Ia menjelaskan bahwa para penyandang disabilitas dapat belajar sesuai dengan minat masing-masing dan jenis pelatihan yang tersedia di sanggar. Salah satu kegiatan yang saat ini menjadi daya tarik utama adalah pelatihan kerajinan tangan atau anyaman yang memanfaatkan limbah kulit jagung.
Keberadaan Rumah Berkarya Waspo merupakan bentuk pengabdian Ibu Waspo kepada lingkungan sekitarnya. Secara khusus, ia ingin memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk mengembangkan kemampuan melalui berbagai pelatihan keterampilan.
“Pembiayaan kegiatan di sanggar berbasis keswadayaan,” terang Ibu Waspo. Sebagian besar pembiayaan berasal dari dana pribadi pendiri. Selain itu, sanggar juga memperoleh penghasilan dari penjualan hasil kerajinan yang dibuat oleh para anggota penyandang disabilitas.
Ibu Waspo berharap ke depannya semakin banyak penyandang disabilitas yang bergabung dengan sanggar. Namun, bertambahnya jumlah anggota juga menghadirkan tantangan, mulai dari pembiayaan operasional hingga kebutuhan fasilitas, sarana dan prasarana, serta tenaga pembina.
Seiring perjalanan sanggar, tantangan tersebut perlahan menemukan jalan keluarnya, salah satunya melalui dukungan PT Sari Aditya Loka (PT SAL), anak usaha Astra Agro yang beroperasi di Jambi. Sejalan dengan komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat melalui pemberdayaan dan penguatan inklusi, PT SAL memberikan pendampingan kepada Sanggar Disabilitas Waspo, mulai dari pelatihan dan pembinaan hingga mendorong bertambahnya jumlah anggota penyandang disabilitas.
Selain itu, perusahaan turut memberikan kesempatan bagi para peserta untuk memperkenalkan hasil karya kerajinan mereka di ruang publik. Upaya ini membantu produk hasil karya anggota sanggar semakin dikenal dan menarik minat masyarakat.
“Berbagai kegiatan di sanggar tidak berhenti pada pembelajaran membaca dan menulis. Hasil karya kerajinan para peserta juga mulai diperkenalkan di ruang publik berkat berbagai bantuan, terutama dari PT SAL,” ungkap Ibu Waspo.
Bagi Ibu Waspo, dukungan tersebut sangat berarti karena membuka peluang agar karya para peserta semakin dikenal masyarakat. Sanggar juga menghadirkan kegiatan keterampilan dan dukungan kesehatan sebagai bagian dari upaya mendukung kesejahteraan peserta secara lebih menyeluruh.
Perkembangan ini terlihat dari meningkatnya jumlah warga penyandang disabilitas penerima manfaat, dari 10 orang sebelum program menjadi 33 orang setelah program. Peningkatan tersebut mencerminkan semakin terbukanya kesempatan bagi warga untuk terlibat dalam kegiatan sanggar sekaligus memperluas manfaat ruang belajar yang telah dibangun bersama.
Tak disangka, dedikasi Ibu Waspo dalam membina, membimbing, dan memberdayakan penyandang disabilitas juga mendapat apresiasi melalui piagam penghargaan dari Camat Tabir Selatan, Jambi. Pengakuan ini menjadi penyemangat baginya untuk terus menghadirkan ruang yang mendorong para peserta mengembangkan potensi dan membangun kepercayaan diri.
“Dengan penuh rasa syukur atas perjalanan ini, bagi saya, menyaksikan para penyandang disabilitas mampu berkarya tetap menjadi kebanggaan utama, baik bagi saya maupun seluruh tenaga pendidik yang terlibat,” pungkas Ibu Waspo, pendiri sanggar.











