Gelak tawa anak-anak terdengar bersahutan sejak pagi di Tribun PT Letawa, Desa Martajaya, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Di sudut lain, para guru saling berdiskusi, orang tua mendampingi putra-putrinya menampilkan karya terbaik, sementara masyarakat antusias mengunjungi berbagai stan edukasi yang memenuhi area festival.
Suasana itu menjadi potret semangat kebersamaan dalam Celebes Education Festival (CEF) 2026 yang diselenggarakan Astra Agro, pada 19–20 Juni 2026. Diadakan rutin setiap tahunnya CEF menjadi ruang bertemunya pendidikan, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu semangat yang sama: tumbuh bersama.
Bagi Astra Agro, pendidikan lebih dari sekedar pembelajaran di dalam ruang kelas. Setiap percakapan, pengalaman, dan kolaborasi merupakan bagian dari proses belajar yang membentuk karakter, membangun kepercayaan diri, serta membuka peluang untuk berkembang.
Kegiatan ini membuka ruang bertumbuh yang beragam dari para murid, ada yang menemukan suaranya di atas panggung, ada yang menunjukan ketekunan di balik layar, atau ada yang berani mencoba tampil untuk pertama kalinya. Dengan berbagai penampilan seni dari sekolah internal maupun sekolah binaan menjadi pembuka yang memperlihatkan bakat serta kreativitas para siswa.
Di sisi lain, kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi satu hal yang sejak dini diterapkan kepada para siswa. Pada rangkaian kegiatan kali ini, peragaan busana berbahan daur ulang membuktikan lingkungan dapat diwujudkan melalui karya yang sederhana namun penuh makna, bahkan oleh anak-anak. Setiap penampilan menjadi cerminan keberanian untuk mengekspresikan diri, dan merupakan bagian dari perjalanan belajar yang bermakna.
Celebes Education Festival tidak berhenti pada panggung yang menampilkan pertunjukan anak-anak, festival ini juga menghadirkan ruang-ruang diskusi yang membekali para pendidik, wali murid, dan masyarakat dengan berbagai pengetahuan yang relevan dengan tantangan masa kini.
Salah satunya melalui workshop “Speak Up, Stand Safe: Workshop Anti Pelecehan Seksual untuk Tenaga Pendidik.” Dalam sesi ini, Imelda Riris Damayanti, penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2025 kategori Pendidikan sekaligus sebagai Co-Founder Never Okay Project, mengajak para guru melihat kembali peran penting mereka sebagai pelindung anak.
Suasana yang sama hangatnya juga terasa dalam sesi Women Empowerment bersama Trivena Nalsalita, Ketua Bidang Administrasi dan Keuangan Perempuan Astra.
Komitmen Astra Agro dalam membangun masyarakat yang berkelanjutan juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan. Bersama Sri Suhartini dari Taman Kreasi Olah Sampah Terintegrasi (TAKESI), peserta diajak melihat bahwa perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti memilah sampah organik dan anorganik di rumah. Edukasi tersebut memperlihatkan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab individu tertentu, melainkan gerakan bersama yang dimulai dari keluarga.
Selain berbagai workshop, festival juga menghadirkan ruang berbagi mengenai pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, pengembangan ekonomi kreatif, hingga inspirasi bagi pelaku UMKM untuk terus mengembangkan usaha mereka. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar setiap peserta pulang dengan membawa pengalaman baru, juga pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pasangkayu, Muhammad Zain Machmoed, mengapresiasi penyelenggaraan Celebes Education Festival sebagai bentuk nyata komitmen Astra Agro dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekaligus pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah. Menurutnya, festival ini menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan dunia pendidikan dengan pelaku usaha lokal untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul, kreatif, dan berdaya saing.
Ia juga menilai kehadiran berbagai kegiatan edukatif yang dipadukan dengan ruang promosi bagi UMKM memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Selain memperkaya wawasan peserta, festival ini turut membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk unggulan daerah, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Kemeriahan dan semangat festival tetap terasa di hari kedua rangkaian kegiatan, berbagai lomba kreativitas memperlihatkan kemampuan siswa dalam menuangkan ide dan inovasi. Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian adalah pembuatan gantungan kunci berbahan cangkang (nut) kelapa sawit. Melalui aktivitas sederhana tersebut, peserta diajak melihat bahwa sumber daya di sekitar dapat memiliki nilai tambah ketika diolah dengan kreativitas.
Sementara itu menjelang penutupan, ribuan siswa berkumpul di lapangan membentuk formasi bertuliskan “AAL Kebanggaan Kita.” Dari udara, formasi itu tampak sederhana. Namun, di balik susunan barisan tersebut tersimpan makna yang lebih besar: semangat kebersamaan, kolaborasi, dan harapan untuk terus tumbuh bersama.
Harapannya, Celebes Education Festival 2026 menjadi ruang tempat anak-anak berani menunjukkan mimpinya, guru memperkaya perannya sebagai pendidik, perempuan menemukan kembali kepercayaan dirinya, dan masyarakat belajar bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama.











