NANGA BULIK, RADAR KALTENG – Kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Lamandau mendapat respons cepat dari berbagai pihak. PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) melalui anak usahanya, PT Nirmala Agro Lestari (NAL).
Mereka bergerak bersama kepolisian, pemerintah desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan warga, untuk membantu menangani kebakaran lahan masyarakat di Desa Beruta dan Desa Bunut, Kecamatan Bulik.
Langkah cepat tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas, sekaligus menjaga lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Kepala Pos Kepolisian (Kapospol) Desa Beruta, Slamet Haryono, mengapresiasi keterlibatan PT NAL dalam penanganan kebakaran. Menurutnya, kecepatan koordinasi menjadi salah satu kunci agar api tidak semakin meluas.
“Kami mengapresiasi bantuan PT NAL dalam penanganan kebakaran lahan ini. Ketika ada informasi kebakaran, koordinasi segera dilakukan dengan perusahaan dan pemerintah desa sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” kata Slamet.
Ia menegaskan, kebakaran lahan tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja. Sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, perusahaan, MPA, dan masyarakat sangat dibutuhkan, terutama ketika api masih dapat dikendalikan sejak awal.
Slamet juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, meskipun berada di lahan milik pribadi.
“Api yang awalnya kecil bisa menyebar dengan cepat, terlebih pada kondisi cuaca kering. Karena itu kami terus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Pencegahan menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Respons cepat tersebut terlihat ketika kebakaran terjadi di lahan masyarakat Desa Beruta pada Agustus 2026.
Informasi awal mengenai kejadian langsung disampaikan Kapospol Desa Beruta kepada Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (TKTD) PT NAL untuk segera ditindaklanjuti.
Perwakilan Manajemen PT NAL, Erwin Ristiyanto, mengatakan kesiapsiagaan dan kecepatan merespons laporan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga lingkungan sekaligus membantu masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Bagi kami, penanganan kebakaran tidak cukup hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Yang tidak kalah penting adalah kesiapsiagaan, pemantauan dan koordinasi agar potensi kebakaran dapat diketahui serta ditangani sedini mungkin,” jelas Erwin.
Untuk memperkuat pemantauan, PT NAL juga memanfaatkan teknologi drone. Pemantauan dari udara dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi area yang lebih luas, termasuk mengidentifikasi indikasi titik api dan membantu tim melakukan verifikasi lokasi yang berpotensi mengalami kebakaran.
“Pemanfaatan drone membantu kami memperoleh gambaran kondisi lapangan dengan lebih cepat, termasuk pada area yang relatif sulit dijangkau melalui patroli darat. Informasi tersebut menjadi salah satu dasar bagi tim untuk menentukan langkah pengecekan dan penanganan di lapangan apabila ditemukan indikasi titik api atau hotspot,” ungkapnya.
Upaya memperkuat kesiapsiagaan kembali dilakukan pada Sabtu (22/08). PT NAL menggelar rapat koordinasi yang melibatkan tim dan staf perusahaan untuk meningkatkan pemantauan serta kesiapan menghadapi potensi karhutla.
Dalam rapat tersebut, perusahaan membentuk tim teknis siaga yang bertugas melakukan pemantauan dan pengendalian risiko kebakaran, baik di lingkungan internal perusahaan maupun wilayah desa sekitar yang membutuhkan dukungan.
Kolaborasi antara perusahaan, aparat, pemerintah desa, MPA, dan masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya Astra Agro dan PT NAL memperkuat pencegahan karhutla.
Tidak hanya mengandalkan penanganan ketika api sudah berkobar, langkah tersebut juga menitikberatkan pada deteksi dini, pemantauan, kesiapsiagaan, dan koordinasi agar potensi kebakaran dapat ditekan sejak awal.
Sebab, dalam menghadapi ancaman karhutla, kecepatan bertindak dan kepedulian bersama menjadi kunci agar api tidak berubah menjadi bencana yang lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan. (Han)
Sumber: Radarkalteng.com










