Pagi itu, perahu kecil milik seorang nelayan di pesisir Aceh Singkil, Provinsi Aceh melaju pelan menyusuri lorong-lorong mangrove yang mulai rapat. Akar-akar bakau menjulur kuat, menahan lumpur dan ombak, sekaligus menjadi rumah bagi kepiting, ikan, dan kerang yang kini kembali mudah ditemukan. Bagi warga pesisir, perubahan ini bukan sekadar pemandangan hijau, melainkan sumber penghidupan yang perlahan pulih. “Sebelum mangrove tumbuh seperti sekarang, kami sering pulang dengan hasil yang sedikit.
Sekarang, hampir setiap hari bisa dapat ikan dan kepiting bakau untuk dijual atau dikonsumsi sendiri,” ujar Afrizal, nelayan setempat. Ia mengaku kawasan mangrove yang direhabilitasi membuat hasil tangkapan lebih stabil, sekaligus memberi rasa aman karena pantai tidak lagi mudah tergerus ombak. Pemulihan ekosistem ini merupakan bagian dari program rehabilitasi mangrove yang dijalankan PT Perkebunan Lembah Bhakti (PLB), anak usaha PT Astra Agro Lestari Tbk, sejak 2018.
Hingga 2025, perusahaan telah menanam sebanyak 51.000 pohon bakau di area seluas sekitar 14,73 hektare, termasuk penanaman terbaru 5.000 pohon di lahan 2 hektare pada tahun 2025. Upaya tersebut tak hanya memulihkan lingkungan pesisir, tetapi juga membuka ruang interaksi baru antara masyarakat dan alam. Di sisi lain, sekelompok siswa sekolah menengah atas (SMA) juga sangat antusias menanam bibit bakau di lumpur pesisir. Bagi mereka, kegiatan ini menjadi pengalaman belajar langsung tentang pentingnya menjaga lingkungan.
“Biasanya kami hanya belajar dari buku. Di sini kami melihat sendiri bagaimana mangrove bisa melindungi pantai dan jadi rumah bagi banyak hewan,” kata seorang pelajar SMA Negeri 1 Gunung Meriah saat diajak menanam Mangrove oleh PT PLB. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat menyadarkan generasi muda untuk semakin peduli terhadap ekosistem pesisir. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Singkil, Surkani turut mengapresiasi langkah kolaboratif tersebut.
“Program rehabilitasi mangrove yang dilakukan PT PLB bersama masyarakat dan pelajar merupakan contoh sinergi yang baik dalam menjaga lingkungan pesisir. Dampaknya tidak hanya dirasakan secara ekologis, tetapi juga sosial dan ekonomi,” ujarnya. Menurut Surkani, mangrove berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim karena mampu menyerap karbon sekaligus melindungi garis pantai dari abrasi. “Tidak banyak yang bisa konsisten melestarikan lingkungan, tapi PT PLB mampu menjalankan komitmen itu sejak 2018.
Ditambah lagi inisiatif yang luar biasa dengan mengajak sektor pendidikan untuk turut serta secara langsung,” tambahnya. Pemantauan yang dilakukan di kawasan rehabilitasi menunjukkan tingkat kesehatan mangrove yang baik serta meningkatnya keanekaragaman hayati, termasuk berbagai jenis burung, mamalia, dan reptil. Kondisi ini menjadi indikator bahwa upaya rehabilitasi berjalan efektif dan memberi manfaat jangka panjang bagi ekosistem pesisir.
“Keseimbangan ekosistem menjadi komitmen utama Astra Agro dalam menjalankan proses bisnis yang berkelanjutan,” ungkap Administratur PT PLB, M. Asrar Iqbal. Menurutnya, kegiatan rehabilitasi mangrove ini merupakan salah satu program yang mendukung komitmen tersebut. Bagi masyarakat pesisir, keberadaan mangrove bukan hanya tentang lingkungan, tetapi juga tentang masa depan. “Kalau bakau tetap dijaga, anak-anak kami nanti masih bisa melaut di tempat yang sama dan hidup dari laut yang sehat,” tutur Afrizal. Harapan itu tumbuh seiring akar-akar bakau yang kini semakin kuat mencengkeram tanah pesisir Aceh Singkil. Melalui program rehabilitasi mangrove yang berkelanjutan, PT PLB menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Mangrove yang tumbuh hari ini menjadi simbol harapan bagi generasi mendatang.
Sumber: Klikaceh.id
Penafian
Artikel ini mungkin berisi materi berhak cipta, yang penggunaannya mungkin tidak diizinkan oleh pemilik hak cipta. Materi ini disediakan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan. Materi yang terdapat dalam situs web Astra Agro didistribusikan tanpa mencari keuntungan. Jika Anda tertarik untuk menggunakan materi yang memiliki hak cipta dari materi ini dengan alasan apapun yang melampaui ‘penggunaan wajar’, Anda harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari sumber aslinya










