Pagi itu, Dusun Wayambojaya tak lagi sama. Langkah-langkah warga mengarah pada satu tujuan, yakni ke Masjid Nurul Amin yang kini berdiri lebih kokoh dan lapang. Di tempat inilah, harapan yang lama terpendam akhirnya menemukan wujudnya. Peresmian renovasi masjid itu menjadi penanda berakhirnya masa panjang beribadah di bangunan darurat dengan segala keterbatasan.
Bertahun-tahun lamanya, Masjid Nurul Amin hanya berupa bangunan sederhana hasil swadaya masyarakat. Ruang sempit, struktur yang rapuh, dan fasilitas seadanya menjadi bagian dari keseharian warga saat menunaikan ibadah. Namun di balik kondisi itu, semangat warga tak pernah surut. Doa dan ikhtiar terus mengalir, disertai harapan akan hadirnya rumah ibadah yang lebih layak.
Harapan tersebut perlahan terjawab melalui kolaborasi berbagai pihak. PT Mamuang anak perusahaan PT Astra Agro Lestari Tbk, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bergandeng tangan dengan masyarakat adat Kaili Tado dan Pemerintah Desa Martasari. Sinergi inilah yang kemudian mengubah wajah Masjid Nurul Amin menjadi tempat ibadah yang aman, nyaman, dan mampu menampung berbagai aktivitas keagamaan warga.
Proses renovasi dijalankan secara bertahap dan melibatkan tenaga kerja lokal. Bagi warga, pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga ruang belajar tentang kebersamaan. Setiap bata yang tersusun seakan merekam cerita gotong royong dan rasa memiliki yang tumbuh di tengah masyarakat.
Kepala Desa Martasari, I Wayan Astawa Yasa, menyebut renovasi Masjid Nurul Amin sebagai bukti bahwa kerja sama yang baik mampu menghadirkan dampak nyata bagi desa. Baginya, masjid ini adalah simbol hasil dari komunikasi dan kolaborasi yang terbangun antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.
Suara haru datang dari warga. Asi, perwakilan masyarakat Dusun Wayambojaya, menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Masjid yang kini berdiri kokoh dan nyaman menjadi jawaban dari penantian panjang warga untuk memiliki tempat ibadah yang layak digunakan bersama.
Prosesi peresmian berlangsung khidmat. Doa-doa dipanjatkan, disusul sambutan dari para pihak. Penandatanganan prasasti oleh Administratur PT Mamuang, M Satria Abdi CP dan Kepala Desa Martasari, I Wayan Astawa Yasa dengan disaksikan Camat Pedongga, Hengki Ismanto, menjadi momen penanda dimulainya babak baru bagi Masjid Nurul Amin.
Dalam sambutannya, M Satria Abdi CP, menegaskan bahwa renovasi masjid merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan sosial masyarakat.
“Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat persatuan warga,” kata Satria dalam keterangannya, Rabu (17/12/2025).
Senada dengan itu, Asisten CSR PT Mamuang, Muh Fathurrohman, menekankan renovasi ini diprioritaskan karena merupakan kebutuhan mendesak masyarakat.
Camat Pedongga, Hengki Ismanto, menilai renovasi Masjid Nurul Amin sebagai contoh kolaborasi yang patut ditiru. Kehadiran fasilitas ibadah yang layak diyakini mampu meningkatkan kualitas kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.
Kini, Masjid Nurul Amin tak sekadar bangunan baru di Dusun Wayambojaya. Ia menjelma simbol perjuangan, kebersamaan, dan harapan. Di sinilah warga berkumpul, berdoa, belajar, dan mempererat ikatan sosial.
Renovasi ini menjadi pengingat bahwa ketika niat baik dipertemukan dengan kolaborasi, sebuah perubahan nyata dapat terwujud bahkan dari dusun yang sunyi sekalipun.
Sumber: Trans89.com
Penafian
Artikel ini mungkin berisi materi berhak cipta, yang penggunaannya mungkin tidak diizinkan oleh pemilik hak cipta. Materi ini disediakan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan. Materi yang terdapat dalam situs web Astra Agro didistribusikan tanpa mencari keuntungan. Jika Anda tertarik untuk menggunakan materi yang memiliki hak cipta dari materi ini dengan alasan apapun yang melampaui ‘penggunaan wajar’, Anda harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari sumber aslinya










