Palu (ANTARA) – PT Astra Agro Lestari Tbk bersama Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) mendorong petani sawit mandiri di Kabupaten Padang kayu, Sulawesi Barat menerapkan praktik sawit berkelanjutan lewat pelatihan Good Agricultural Practices (GAP) yang berlangsung 28–29 April 2026.
Langkah itu sebagai upaya peningkatan produktivitas, sekaligus praktik perkebunan yang berkelanjutan bagi para petani.
“Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan teknis sekaligus memperkuat pemahaman peserta terhadap pentingnya efisiensi dan keberlanjutan dalam pengelolaan kebun,” kata Direktur Sustainability and Smallholder CPOPC Antonius Yudi Trucapnya melalui keterangan tertulisnya diterima di Palu, Selasa.
Ia mengemukakan peningkatan kapasitas petani merupakan kunci dalam mendorong produktivitas, sekaligus keberlanjutan industri kelapa sawit, khususnya bagi petani kecil yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok global.
“Petani memiliki peran strategis dalam industri kelapa sawit dunia. Melalui pelatihan seperti ini, kami berharap para petani dapat meningkatkan praktik budidaya yang lebih baik, produktif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kepala Dinas Perkebunan dan Pertanian Kabupaten Pasangkayu Abidin menyampaikan apresiasi atas pelatihan yang diberikan oleh CPOPC dan Grup Astra Agro Lestari.
Peningkatan kapasitas petani dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat produktivitas dan efisiensi.
“Pengembangan kapasitas petani melalui penerapan praktik budidaya yang baik menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing petani lokal,” ucapnya.
Salah satu peserta pelatihan Idris Lambang dari Kelompok Tani Bina Bersama Lestari mengatakan bahwa kegiatan tersebut sangat membantu dalam menambah wawasan terkait praktik budidaya kelapa sawit yang baik dan berkelanjutan.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai petani. Kami jadi lebih paham bagaimana cara merawat sawit yang benar, mulai dari penanaman sampai perawatan, sehingga hasilnya bisa lebih maksimal,” ujarnya.
Hal selaras disampaikan oleh Manajemen PT Astra Agro Lestari Tbk wilayah Sulawesi Cahyo Kurniawan, yang menyebutkan kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman petani terhadap praktik budidaya kelapa sawit yang baik dan berkelanjutan, sekaligus menegaskan bahwa peran petani sangat penting dalam ekosistem perkebunan sawit, khususnya di Sulawesi Barat.
“Kami mengundang para mitra dari kelompok tani di sekitar kebun, khususnya di Pasangkayu, sebagai bentuk kepedulian kami agar petani bisa memahami dan menerapkan praktik budidaya sawit yang baik dan benar, sehingga pelatihan ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menunjang produksi di kebun swadaya,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Kabupaten Pasangkayu meraih penghargaan sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulbar pada Musrenbang RKPD 2027 (dilaksanakan April 2026), menunjukkan kinerja pembangunan yang impresif.
Sektor perkebunan, terutama kelapa sawit (CPO dan turunannya), menjadi mesin utama penggerak ekonomi, menjadikan Pasangkayu penyumbang penting dalam pertumbuhan sektor pertanian Sulbar.
Sumber: sulteng.antaranews.com
Penafian
Artikel ini mungkin berisi materi berhak cipta, yang penggunaannya mungkin tidak diizinkan oleh pemilik hak cipta. Materi ini disediakan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan. Materi yang terdapat dalam situs web Astra Agro didistribusikan tanpa mencari keuntungan. Jika Anda tertarik untuk menggunakan materi yang memiliki hak cipta dari materi ini dengan alasan apapun yang melampaui ‘penggunaan wajar’, Anda harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari sumber aslinya










