PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) bersama anak usahanya di Sulawesi senantiasa memperkuat komitmen pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan partisipatif dan berbasis kebutuhan lokal. Seluruh program dirancang melalui pemetaan sosial serta dialog aktif dengan pemerintah desa dan masyarakat, guna memastikan manfaat yang relevan dan berkelanjutan.
Berpijak pada empat pilar tanggung jawab sosial yakni —pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan, Astra Agro memiliki tekad untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan komunitas. Melalui inisiasi tersebut, perusahaan berusaha selalu meningkatkan kualitas hidup, keterampilan, dan kemandirian masyarakat, sekaligus menjaga pelestarian alam dan menciptakan nilai tambah ekonomi.
Di bidang pendidikan, Astra Agro memberikan dukungan nyata melalui beasiswa, insentif bagi guru honorer, serta penyediaan sarana pendukung kegiatan belajar. Hingga kuartal ketiga 2025, dukungan tersebut menjangkau 13 sekolah per September 2025, sekaligus mendorong pengembangan karakter dan prestasi siswa melalui kegiatan non-akademik. Upaya ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi muda desa yang lebih percaya diri dan berdaya saing.
Pada saat yang sama, pilar kesehatan masyarakat juga menjadi prioritas. Melalui layanan Posyandu, ratusan ibu hamil, balita, dan lansia mendapatkan imunisasi, pemeriksaan rutin, hingga makanan tambahan (PMT). Tidak berhenti di sana, Astra Agro juga memberikan insentif dan dukungan kapasitas bagi kader Posyandu di sejumlah desa, sehingga layanan kesehatan berbasis komunitas dapat terus berjalan secara mandiri.
Dalam pilar ekonomi pun, Astra Agro menyesuaikan pendekatan dengan potensi dan karakteristik tiap wilayah. Untuk upaya penguatan ekonomi lokal, Astra Agro mendampingi kelompok tani, nelayan, peternak, serta pelaku UMKM agar mampu meningkatkan nilai tambah usaha mereka. Pendampingan dilakukan melalui pelatihan, pemanfaatan sumber daya lokal, hingga dukungan akses pasar. PT Agro Nusa Abadi (ANA) di Morowali Utara, misalnya, kelompok ketahanan pangan desa didukung dengan pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit sebagai pupuk organik, sekaligus pengembangan produk lokal yang bernilai ekonomi.

Sementara di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, PT Lestari Tani Teladan (LTT) membangun hubungan erat dengan masyarakat Desa Towiora dan Tinauka melalui pendampingan intensif dan diskusi partisipatif. Inisiatif ini mendorong lahirnya kembali peran pemuda desa melalui pembentukan karang taruna. Dukungan berupa rumah jamur dan baglog membuka peluang usaha budidaya jamur tiram yang dikelola secara mandiri oleh pemuda desa, sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan dan kemandirian ekonomi lokal.
Kontribusi PT LTT juga mencakup pembangunan infrastruktur sosial. Fasilitasi pembangunan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Desa Towiora—melalui penyediaan alat berat, paving block, hingga sertifikasi lahan—menjadi contoh bahwa pembangunan tidak hanya menyasar aspek ekonomi, tetapi juga kebutuhan sosial dan budaya masyarakat.
Tak berhenti di situ, PT Mamuang (MMG) di Sulawesi Barat turut mengimplementasikan program pemberdayaan berbasis kearifan lokal. Di Desa Martasari, perempuan didukung melalui penyediaan alat tenun dan pendampingan keterampilan, membuka peluang ekonomi baru, sekaligus menghidupkan kembali tradisi. Sementara itu, kelompok tani di Desa Karya Bersama memperoleh pelatihan pengolahan hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah produk dan daya saing pasar.
Selain itu, PT Agro Nusa Abadi (ANA) juga menjawab kebutuhan nyata masyarakat di Desa Bunta, Tompira, dan Molino. Kelompok tani menerima benih jagung dan pupuk organik disertai pelatihan pertanian ramah lingkungan. Nelayan memperoleh peralatan tangkap yang lebih memadai, sedangkan kelompok perempuan didorong mengolah hasil kebun menjadi produk pangan yang berpotensi menjadi sumber pendapatan keluarga.
PT ANA juga memfasilitasi penyediaan air bersih melalui sumur bor dan tangki penampung yang kini dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Tak hanya itu, kegiatan penghijauan di bantaran sungai serta perbaikan sarana transportasi desa turut memperkuat kualitas hidup masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Pilar lingkungan menjadi bagian tak terpisahkan, hingga kuartal ketiga 2025, Astra Agro mencatat kemajuan signifikan dalam program rehabilitasi lingkungan di berbagai wilayah, termasuk Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. Astra Agro telah melakukan penanaman dan rehabilitasi lahan di sepanjang sempadan sungai, pesisir, serta area bernilai konservasi tinggi (HCV), dengan total lebih dari 22.000 pohon ditanam di hampir 67 hektare lahan secara kumulatif.

Program ini bertujuan memulihkan fungsi ekologis—seperti mencegah erosi, menjaga kualitas air, dan memperkuat konektivitas habitat, serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial jangka panjang bagi masyarakat sekitar. Selain itu, Astra Agro juga terlibat aktif dalam penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) Provinsi Sulawesi Barat bersama pemerintah daerah dan akademisi.
Melalui rangkaian inisiatif tersebut, Astra Agro menegaskan keyakinannya bahwa keberhasilan operasional perusahaan tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan masyarakat sekitar. Dengan menjadikan masyarakat sebagai mitra sejati, Astra Agro terus membangun fondasi pembangunan yang inklusif, berdaya, dan berkelanjutan di Sulawesi.
Melalui anak usaha yang tersebar di berbagai pelosok negeri, Astra Agro ingin menegaskan bahwa pembangunan dapat hadir melalui program yang sederhana, kontekstual, dan berbasis kebutuhan nyata, perusahaan berupaya menyentuh langsung denyut kehidupan masyarakat.
Hingga kuartal ketiga 2025, program community development Astra Agro di Sulawesi terus berkembang, menjangkau masyarakat melalui peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan dasar, penguatan ekonomi lokal, serta rehabilitasi lingkungan yang terintegrasi dengan partisipasi warga.










