Informasi Produksi


Perkebunan Kelapa Sawit


Hingga periode Desember 2016, Perseroan mengelola lahan perkebunan kelapa sawit seluas 297.011 hektar yang terdiri dari 233.382 hektar adalah perkebunan inti dan 63.629 hektar atau 21,4% adalah perkebunan plasma/ KKPA. Perseroan, sebagaimana halnya perusahaan perkebunan kelapa sawit lainnya di Indonesia, menghadapi kendala yang hampir sama dimana ruang untuk ekspansi lahan semakin terbatas.  Areal perkebunan kelapa sawit Perseroan tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, diantaranya 138.117 hektar berada di Pulau Kalimantan, 106.711 hektar berada di Pulau Sumatera dan sisanya 52.183 hektar berada di Pulau Sulawesi. Hingga saat ini, total 265.866 hektar perkebunan yang dimiliki Perseroan merupakan kategori perkebunan yang sudah menghasilkan, sementara 31.145 hektar merupakan perkebunan belum menghasilkan.

Pada saat dimana sektor perkebunan kelapa sawit semakin sulit berekspansi, Perseroan terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas lahan yang ada agar pertumbuhan usaha tetap terjaga dengan baik.  Untuk itu, Perseroan telah melaksanakan program mekanisasi end to end, mulai dari kegiatan pemupukan, kegiatan di dalam areal kebun (in field), hingga kegiatan transportasi buah. Mekanisasi pemupukan telah membantu meningkatkan efektivitas pemakaian pupuk, sedangkan mekanisasi in field dan transportasi, menjamin efektivitas kegiatan panen dan pengiriman buah ke pabrik kelapa sawit.

Pengelolaan perkebunan kelapa sawit Perseroan telah memenuhi aspek-aspek keberlanjutan dan tunduk pada seluruh peraturan perundangan yang berlaku di seluruh Indonesia. Untuk menjamin produk minyak sawit yang dihasilkan Perseroan memenuhi aspek-aspek keberlanjutan, maka sampai tahun 2016 Perseroan telah mendapatkan 21 sertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) dan sisanya dalam proses untuk mendapatkan sertifikasi ISPO tersebut.



Aspek Produksi

Musim kemarau yang panjang selama tahun 2016 mempengaruhi kinerja produksi pada sebagian besar perkebunan milik Perseroan. Namun dengan adanya program intensifikasi yang telah diimplementasikan oleh Perseroan sejak beberapa tahun lalu, produksi TBS Perseroan periode tahun 2016 masih dapat dikelola dengan baik walaupun terjadi penurunan sebesar 13,0% dari 5,60 juta ton pada tahun 2015 menjadi 4,87 juta ton pada tahun 2016. Selanjutnya TBS Perseroan ini diolah menjadi minyak sawit mentah (CPO) dan minyak inti sawit (Palm Kernel Oil/ PKO), serta produk turunan minyak sawit yaitu RBDPO, Olein, Stearin dan PFAD. Produksi CPO Perseroan pada tahun 2016 mencapai 1,55 juta ton, atau turun 10,5% dibandingkan produksi CPO tahun 2015 yang sebesar 1,74 juta ton. Sedangkan produksi turunan minyak sawit yaitu RBDPO mencapai 118.012 ton, Olein mencapai 301.034 ton, Stearin mencapai 80.786 ton dan PFAD mencapai 25.079 ton.

Musim kemarau yang panjang selama tahun 2016 mempengaruhi kinerja produksi pada sebagian besar perkebunan milik Perseroan. Namun dengan adanya program intensifikasi yang telah diimplementasikan oleh Perseroan sejak beberapa tahun lalu, produksi TBS Perseroan periode tahun 2016 masih dapat dikelola dengan baik walaupun terjadi penurunan sebesar 13,0% dari 5,60 juta ton pada tahun 2015 menjadi 4,87 juta ton pada tahun 2016. Selanjutnya TBS Perseroan ini diolah menjadi minyak sawit mentah (CPO) dan minyak inti sawit (Palm Kernel Oil/ PKO), serta produk turunan minyak sawit yaitu RBDPO, Olein, Stearin dan PFAD. Produksi CPO Perseroan pada tahun 2016 mencapai 1,55 juta ton, atau turun 10,5% dibandingkan produksi CPO tahun 2015 yang sebesar 1,74 juta ton. Sedangkan produksi turunan minyak sawit yaitu RBDPO mencapai 118.012 ton, Olein mencapai 301.034 ton, Stearin mencapai 80.786 ton dan PFAD mencapai 25.079 ton.